FKMTF Indonesia

Laporan Hasil Diskusi Online II Analisis Himpunan

Analisis Himpunan, Program Kerja, dan FKMTF

Diskusi online merupakan salah satu kegiatan dari program kerja Analisis Himpunan. Analisis Himpunan sendiri merupakan program kerja baru yang diusung Forum Kegiatan Mahasiswa Teknik Fisika (FKMTF) kepengurusan 2018/2019. Dalam menentukan berjalannya program kerja ini pada kedepannya dilaksanakan diskusi online dengan tema ‘Keberlanjutan Program Kerja Analisis Himpunan’ oleh anggotanya yang berisi Sekretaris Jendra FKMTF, Wakil Sekretaris Jendral FKMTF, dan 12 wakil himpunan Teknik Fisika dari 6 universitas (ITS, UGM, ITB, Telkom, Unas, STTM). Berjalannya diskusi akan diarahkan oleh Moderator 1 dan Moderator 2 secara bergantian di tiap kegiatannya. Diskusi online dilaksanakan dengan fitur group chat pada aplikasi LINE. Diskusi online kedua ditentukan waktu pelaksanaannya dengan sistem polling, dimana didapatkan pada hari Rabu tanggal 20 Februari 2019 jam 7 malam dan berakhir pada jam 9 malam.

Pada tema diskusi online ‘Keberlanjutan Pogram Kerja Analisis Himpunan’ dibahas 3 hal, yaitu mengenai berjalannya Analisis Himpunan periode yang lalu (diskusi online dan offline perdana), posisi Analisis Himpunan di FKMTF, dan tema yang diharapkan diangkat kedepannya. Diskusi berlangsung dengan baik dibuka dengan pernyataan Sekjen FKMTF, Krisna Cipta Rasa dari ITS, “Mengenai analisis himpunan ini menurut saya setelah berjalan dua kali diskusi, proker ini cukup bermanfaat dimana disetiap diskusinya bisa menghasilkan sebuah output yang outputnya bisa digunakan untuk memperkenalkan teknik fisika sendiri juga merekatkan hubungan antar himpunan.”

Hal ini juga disetujui oleh anggota lain, dimulai dari perwakilan UGM, M Ilham Hanif, “Konseptualnya bagus. Kedepannya mungkin bisa lebih fleksibel, baik dalam kegiatannya maupun temanya. Akan lebih bagus lagi kalau tema yang diajukan segaris dengan proker lain jadi hasil diskusi bisa dimanfaatkan secara konkrit dalam program kerja sehingga tiap himpunan bisa berkontribusi lebih.” Disini saudara Ilham Hanif memberi masukan mengenai konkritnya tema yang didiskusikan sehingga kontribusi yang dilakukan bisa nyata.

Mengenai belum adanya kontribusi yang nyata ini juga disetujui oleh kahim ITB, Arya Farsya, dimana ia mengambil contoh hasil diskusi yang belum ditindaklanjuti. Mengkutip pernyataan saudara Arya Farsya, “Dari notes dan tulisan analisa Himpunan yang dilakukan secara offline kemaren saya menangkap bahwa masalah yang ada dari diskusi kemaren yaitu tidak adanya Identitas mahasiswa Teknik Fisika sehingga kebanggan dan spreadout mengenai Teknik Fisika seakan akan kurang dirasakan. Dari situ saran dari saya kita perlu menindaklanjuti hasil yang ada kemaren dalam bentuk proker proker FKMTF yang ada atau terbaru. Proker yang sudah ada mungkin bisa dievaluasi keberjalanannya seperti apa, apakah sudah ideal menjadi solusi atas masalah tersebut.” Ia juga menyarankan adanya pembahasan mengenai proker FKMTF.

Sepertinya hampir semua anggota Analisis Himpunan memikirkan hal yang sama. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan kahim Telkom, Eja Surin, “Mengenai analasis himpunan ini menurut saya secara konsep sudah baik, namun perlu adanya penekanan terhadap output yang diharapkan sehingga dari tiap diskusi yang diadakan di forum ini bisa berpengaruh terhadap FKMTF sendiri maupun himpunan yang ada didalamnya. Disamping itu juga, saya mengharapkan dengan adanya forum diskusi ini, diakhir kepengurusan FKMTF kita bisa memberikan rekomendasi kerja agar pendelegasian himpunan dalam FKMTF sesuai dengan apa yang diharapkan oleh himpunan masing-masing dan dapat mencapai tujuan salah satu tujuan dari FKMTF yaitu branding.” Saudara Eja Surin menambahkan dengan mengusulkan Analisis Himpunan sebagai jalan memberi rekomendasi kerja pada keberlangsungan FKMTF agar sesuai dengan salah satu tujuan FKMTF, yaitu branding.

Mengenai tema yang akan diajukan untuk kedepannya sekjen FKMTF juga menyarankan tema mengenai bagaimana memaksimalkan fungsi FKMTF agar terasa manfaatnya untuk semua himpunan. Sementara wakil dari UGM menyarankan Analisis Himpunan sebagai wadah aspirasi proker FKMTF dan pemberi saran untuk proker FKMTF, namun tetap membahas tema inti. Sementara kahim Telkom menekankan untuk melandaskan branding FKMTF lewat prokernya pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dari berjalannya diskusi didapatkan tiga kesimpulan, sesuai dengan tiga buah hal yang dibahas dibawah tema ini. Pertama, jalannya analisis himpunan sudah memiliki konsep yang baik dalam merekatkan hubungan antar himpunan, namun kurang penekanan pada hasil diskusi dan penindaklanjutan hasil diskusi, disayangkan juga bahwa kegiatan dan tema yang diajukan belum konkrit serta kurang fleksibel dalam pembahasan. Kedua, posisi Analisis Himpunan pada FKMTF diharapkan dapat sebagai tempat pendiskusian rekomendasi kerja. Terakhir, tema yang diusulkan untuk jalannya Analisis Himpunan kedepan diharapkan menyangkut proker lain dengan evaluasi dari tiap himpunan, penyusunan aspirasi himpunan dalam kegiatan di proker, dan pengaplikasian konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi pada proker.

 

Add comment