FKMTF Indonesia

Diskusi Online I 2020/2021 “Regenerasi & Roda Pergerakan Himpunan di Masa Pandemi”

          Diskusi online merupakan agenda wajib FKMTF Indonesia 2020/2021. Diskusi online pertama pada kesekjenan kali ini dilakukan dengan menggunakan platform google meet. Waktu dan topik sendiri sudah dimusyawarahkan terlebih dahulu melalu grup line yang beranggotakan ketua himpunan Teknik Fisika dari masing-masing kampus dan beberapa perwakilan kesekjenan.

          Diskusi online dilakukan pada tanggal 11 September 2020 pada pukul 19.30 sampai 21.00 dengan mengangkat pembahasan mengenai Regenerasi & Roda Pergerakan Himpunan di Masa Pandemi, dimana semua kegiatan kemahasiswaan termasuk perkuliahan dan organisasi harus dilaksanakan secara daring. Diskusi kali ini dihadiri oleh Ketua KMTNTF UGM, Kahima HMTF ITS, Kahim HMFT-ITB, Kahima HMTF UNAS, Kahima HMTF Unitel, Kahima HMTF Itera, Kahima HMTF UMN, dan semua jajaran dari masing-masing kampus.

         Diskusi dibuka dengan membahas keadaan himpunan masing-masing kampus, diawali dengan kondisi HMTF di Itera bahwa di masa pandemi seperti ini yang banyak program kerja yang harus diundur mengikuti kebijakan kampus dan ada perubahan mekanisme agar semua proker bisa berjalan sesuai dengan semestinya. Lalu dari kondisi HMTF UMN tidak jauh berbeda dengan himpunan lain. UMN sedang berfokus mencari solusi, agar esensi kegiatan tidak hilang, memfokuskan agar timeline tidak mundur, dan semua acara menjadi online. Permasalah yang dihadapi adalah kurangnya komunikasi dan kontrol antar divisi. Kondisi dari HMTF ITB kurang lebih sama. himpunan beradaptasi dengan kondisi sekarang. Pendanaan di acara himpunan juga menjadi kendala, karena badan usaha berkurang, sehingga sumber dana terbatas. Pengembangan keprofesian diadaptasi dengan acara online. esensi dikejar dengan pengimplementasian berbeda. Kadang harus realistis, acara yang diadakan online tidak seoptimal ketika  offline. Selain itu himpunan juga melakukan pelatihan internal dan sharing alumni lewat online. Lalu kondisi dari KMTNTF UGM yang baru saja sertijab pergantian pengurus baru keadaaan cukup sulit. Rapat online membutuhkan waktu yang lama, ketika berbicara bergantian open mic, anggota forum kadang tidak mau berbicara. Kaderisasi belum berjalan, pembentukan SC dan OC sudah berjalan. Periode sebelumnya berjalan pada semester genap. Berlanjut ke kondisi HMTF ITS, kondisi masih sama. Pandemi menyebabkan kemoloran dari segi timeline. Secara umum, orang-orang bingung mengganti esensi kegiatan yang bisa dilakukan, misal arak-arakan wisuda akan menjadi apa, kaderisasi esensinya seperti apa kalau lewat online. Sebagai opsi kedua, mempertahankan tanpa menggunakan alternatif apapaun, atau mencari yang baru. Lalu yang terakhir kondisi dari HMTF Unitel untuk masalah himpunan udah mereformasi semester ganjil seperti apa genap seperti apa. Kendala pada perihal dana, BUMH pemasukkannya kurang tidak seperti biasanya, sehingga mengandalkan dari fakultas dan uang kas. Kaderisasi akan terus lanjut sampai semester genap, berharap yang baik dan persiapkan hal buruk. mengejar malam puncak osjur di sem genap tetapi tetap menganalisis kondisi.

          Setelah semua mengutarakan keadaan di masing-masing HMTF, Pembahasan diskusi berlanjut kepada Regenerasi dan kaderisasi di masing-masing himpunan dimulai dengan ITERA yang baru pertama kali melakukan kaderisasi yang dibagi dalam dua skema yaitu dilakukan secara online dan Oflline, serta masih banyak belajar mengenai kaderisasi dari kampus-kampus lain. Lalu dari UMN, sama seperti ITERA kampus ini belum pernah mengadakan acara kaderisasi karna tergolong jurusan masih baru sehinggan UMN belajar dengan kampus-kampus lain mengenai konsep kaderisasi. Dari ITS, kaderisasi masih jalan dan sebagai acuan berhentinya kepengurusan, transisi di masa pandemi ini menyulitkan himpunan dalam mengkader juga himpunan ITS mempunyai kewajiban untuk mendampingi maba 2020 sehingga fokus terbagi dua. Dari ITB sendiri kader HMFT berjalan sudah dari bulan agustus dan sudah berfokus pada angkatan baru, implementasinya pun sangat unik di masa online seperti ini sekaligus parameter yang dituju tidak berubah. Lalu dari KMNTF UGM kaderisasi dilakukan di semester ganjil, untuk sekarang himpunan fokus ke pembentukan nilai-nilai oleh SC OC,lalu lanjut ke departemen. Untuk osjur semester ganjil full online. Dari HMTF Telkom tidak banyak berubah hanya metodenya saja yang berubah, ada satu kegiatan tambahan yaitu para calon kader wajib membantu orang tuanya dirumah setiap hari lalu dimasukkan ke dalam buku tugas harian, di Telkom kegiatan osjur dinamakan Kalibrasi dan bersifat wajib.

          Lalu diskusi berlanjut untuk membahas mengenai roda pergerakan masing-masing himpunan dimulai dari ITERA, dimana paramater yang biasanya dipakai tidak bisa dipakai sekarang, semua departemen yang terlibat harus membuat parameter-parameter baru untuk menyesuaikan dengan masa transisi, semua proker berjalan secara online. Lalu dari ITS yang melakukan pendekatan terhadap dua hal yaitu terkait alternatif yang bisa dikerjakan sampai kepengurusan yang dipindah menjadi online dan tetap mendapatkan esensinya dengan mencoba mengoptimalkan ruang diskusi melalui podcast lalu yang kedua momen pandemi menjadi batu loncatan untuk memperbaiki ormawa agar berkembang lebih baik. Lalu dari UMN roda pergerakannya masih berjalan lacar karna bagaimanapun program himpunan harus berjalan dengan membuat podcast dan pengajaran melalui zoom. Lalu dari Telkom yang mencoba membangun internalnya dulu, lalu mencoba kontribusi besar untuk himpunan dan masyarakat, yang terakhir meningkatkan sumber daya mahasiswanya. Juga HMTF tetap terus melibatkan warga dalam setiap angkatan. Untuk eksternalnya sendiri HMTF sangat berpatisipasi dalam permasalahan UKT dan juga di bidang pengabdian masyarakat berhasil mendapatkan dana dari ristekdikti dalam program bina desa. Dari UNAS sendiri program yang dijalankan masiih belum efektif  karna ditetapkannya PSBB, banyak anggota TF yang pulang duluan dan terputus kontak, proker tetap berjalan dengan SDM yang ada. Dari ITB sudah cukup beradaptasi, warga TF juga sama-sama memahami kondisi sekarang, warga TF tetap meramaikan acara dan aktif di divisi masing-masing. Himpunan melakukan sesi mengundang pembicara dan pelatihan softskill. Dari external sudah sangat aktif mencari alumni untuk podcast, dari internal sudah membuat acara kecil himpunan agar himpunan terus bergerak hanya saja kendala nya parameter keantusiasan warga yang belum bisa terukur. Yang terakhir dari UGM yang baru saja sertijab, belum banyak proker yang terlaksana. Ada beberapa proker yang harus dilakukan online dan satu acara terhenti sehingga closing dilakukan secara online.

Add comment