FKMTF Indonesia

Apa Itu Fiscal Metering System?

Fiscal Metering System merupakan salah satu instrumen terintegrasi secara package system yang digunakan untuk pengukuran fluida baik natural gas maupun liquid (oil) yang digunakan untuk transaksi penjualan produk dari pihak penjual ke pihak pembeli. Metering System dapat mempengaruhi pelayanan mutu terutama dalam hal kualitas dan kuantitas produk. Permasalahan yang biasanya terjadi pada metering system adalah ketidak sesuaian pembacaan pada peralatan meter arus dan kuantitas produk yang diukur yang berdampak pada kesalahan dalam pengukuran sehingga menimbulkan perselisihan antara kedua belah pihak

Hal ini dapat diantisipasi dengan penggunaan Metering System yang memiliki akurasi tinggi. Pada Metering System perlu dilakukan kalibrasi yang optimal pada meter arus sesuai dengan aturan standar yang berlaku dan ketentuan dari Direktorat Metrologi. Dari hasil kalibrasi akan didapatkan nilai Meter Faktor (MF) sebagai faktor pengkali pada meter arus.

Metering System merupakan salah satu instrumen terintegrasi yang digunakan untuk pengisian produk BBM maupun non BBM ke mobil tanki atau kapal. Metering System terdiri dari strainer, air eliminator, flow meter, meter register/counter, control valve, pressure dan temperature transmitter, flow computer dan proving system. Tingkat keakurasian dari Metering System sangat mempengaruhi mutu pelayanan dari segi kuantitas produk. Permasalahan yang sering terjadi adalah adanya ketidaksesuaian jumlah produk yang diterima oleh pelanggan. Oleh karena itu perlu dilakukan studi mengenai keakurasian Metering System untuk meningkatkan mutu pelayanan. Terkait dengan akurasi Metering System, perlu diperhatikan mengenai Meter Factor (MF). Ketidaksesuaian koefisien MF lama dan baru bisa disebabkan beberapa faktor. Faktor pertama adalah kalibrasi yang tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Prosedur berpedoman pada standar API (American Petroleum Institute). Faktor koreksi suhu dan tekanan juga perlu diperhitungkan dalam kalibrasi meter arus karena suhu akan berpengaruh pada volume. Faktor kedua yaitu adanya toleransi ketidaktelitian dari Master Meter/Prover itu sendiri.

Metering system adalah alat ukur kelas 1 yang digunakan untuk bertransaksi, sehingga dalam proses pembuatan design dan instalasinya harus sesuai dengan standar yang digunakan, karena Metering System akan terkait dengan bagian operasi, pemeliharaan (maintenance), verifikasi, insurance dan audit. Dengan adanya Metering System ini, akan menunjukkan hasil pengukuran dengan akurasi yang tinggi, ini ditunjukan adanya pengujian dengan menggunakan prover yang repeatability-nya pada saat proving hanya dibolehkan max 0,05 % dengan 5(lima) run atau 0,02 % dengan 3(tiga) run. Dengan penggunaan Metering System yang tepat dan optimal maka hal ini bisa menghindari adanya suatu kesalahan pengukuran yang dilakukan akibat adanya kerusakan alat, hal ini ditunjukan oleh delta MF yang dibatasi max 0,5 %.

Metering System mempunyai dua bagian utama yaitu flow meter dan prover, bagian flow meter bertugas menghitung jumlah aliran fluida yang bisa berupa turbin meter dan positive displacement meter (PD meter). Prover bertugas mengkoreksi volume fluida yang dialirkan melalui flow meter, pada masing masing bagian ini terdapat faktor koreksi lain yaitu temperature dan pressure fluida. Secara umum metering sistem tersusun dari beberapa bagian yaitu:

  • Gas Separator, berfungsi untuk memisahkan gas (yang biasanya udara) dari kandungan fluida yang akan diukur
  • Strainer, berfungsi untuk menyaring atau menahan partikel-partikel padat yang terbawa oleh fluida yang akan diukur
  • Unit Meter, berfungsi sebagai alat ukur fluida yang akan diukur
  • Pengukur Tekanan, berfungsi mengukur tekanan fluida setelah mengalir melalui unit flow meter,
  • Pengukur Temperature, berfungsi mengukur temperature fluida setelah mengalir melalui unit flow meter
  • Flow Control Valve, berfungsi mengatur besarnya flow fluida yang mengalir melalui metering system (biasanya kesepakatan antara penjual dan pembeli)
  • Double Block dan Bleed Valve, berfungsi mencegah terjadinya kebocoran pada saat dilakukan prover
  • Prover, berfungsi membuktikan akurasi hasil pengukuran metering system dan menghasilkan meter faktor berdasarkan volume base prover

 

 

Referensi :

[1] Razaghi, M. (2017). Methodology and case study of commercially optimum prover sizing for an ultrasonic fiscal metering system of crude oil. Journal of Petroleum and Gas Engineering8(2), 11-20.

[2] Syre, B., Norge, D. E. P., Andersen, O., & Fosse, S. (2013, October). Using Multiphase Meters for fiscal purposes-A field experience. In 31st International North Sea Flow Measurement Workshop (pp. 22-25).

[3] Bekraoui, A., Hadjadj, A., Benmounah, A., & Oulhadj, M. (2019). Uncertainty study of fiscal orifice meter used in a gas Algerian field. Flow Measurement and Instrumentation, 66, 200-208.

Add comment