FKMTF Indonesia

Hasil Diskusi Online I 2019/2020

Hasil Diskusi Online I

Keadaan Himpunan di Awal Pandemi COVID-19

Diskusi online merupakan salah satu dari program kerja FKMTF Indonesia 2019/2020. Diskusi online pertama pada kesekjenan kali ini dilakukan dengan menggunakan platform google meet. Sebelumnya, untuk waktu dan topic bahasan yang akan dijadikan diskusi sudah dimusyawarahkan terlebih dahulu melalu grup line yang beranggotakan ketua himpunan anggota-anggota FKMTF Indonesia dan beberapa perwakilan kesekjenan.

Diskusi online dilakukan pada tanggal 28 Maret 2020 pada pukul 19.50 sampai 21.00 dengan mengangkat pembahasan mengenai keadaan setiap himpunan dalam kondisi COVID-19, dimana semua kegiatan kemahasiswaan termasuk perkuliahan dan organisasi harus dilaksanakan secara daring. Diskusi kali ini dihadiri oleh Ketua KMTNTF UGM, Kahima HMTF ITS, Kahim HMFT-ITB, Wakil Bidang Eksternal HMTF Unitel, Kabiro HUBLU HMTF Unitel, dan Kahima HMTF UNAS.

Diskusi dibuka dengan saling berbagi informasi mengenai keadaan himpunan masing-masing. Beberapa himpunan menyatakan bahwa mereka mencoba tetap memaksimalkan kegiatan organisasi dengan cara menjalankan proker secara daring, sedangkan untuk proker yang memang tidak bisa dilaksanakan secara daring terpaksa dipending sampai keadaan menjadi lebih baik.  Menjalankan proker secara online tentu memiliki banyak tantangan, dari HMTF Unitel sendiri mengatakan bahwa sistem sosialisasi kegiatan-kegiatannya sedikit terkendala. Untuk HMFT-ITB sendiri yang baru saja berganti kepengurusan mengalami sedikit kesulitan untuk mengajak anggotanya berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan. Sedangkan dari HMTF ITS dan KMTNTF UGM mengaku bahwa kepengurusan mereka akan berjalan lebih lama dari yang seharusnya dikarenakan adanya pandemic COVID-19 ini.

Birokrasi dari masing-masing kampus juga sangat tanggap dalam pemantauan keadaan mahasiswanya mulai dari pendataan mahasiswa yang sudah pulang ataupun yang masih berada di sekitar kampus (secara real time), penyediaan bantuan dan beasiswa selama perkuliahan daring, serta penyediaan logistik bagi mahasiswa yang masih berada di sekitar kampus.

Diskusi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kontribusi masing-masing himpunan selama pandemi COVID-19, semua himpunan mengatakan bahwa sejauh ini mereka sudah melakukan penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti tenaga medis. Selain itu, harapan ke depannya semoga mahasiswa Teknik Fisika bisa berkontribusi untuk membuat alat medis yang dapat berguna di masa pandemi seperti sekarang ini.

Pembahasan terakhir yaitu mengenai RAT FKMTF Indonesia, mengingat biasanya RAT dilaksanakan di bulan April. Namun, untuk tahun ini tentu tidak bisa dilakukan secara normal seperti biasanya. Beberapa perwakilan himpunan memilih untuk menunda RAT hingga keadaan membaik, namun juga tidak keberatan jika RAT akan dilaksanakan secara online asalkan dibuat mekanisme-mekanisme yang jelas.

Add comment