FKMTF Indonesia

Hybrid Electric Vehicle: What Is It and How It Works (In General)

Hybrid Electric Vehicle (HEV) merupakan jenis kendaraan hybrid yang menggabungkan Internal Combustion Engine (ICE) dengan sistem tenaga penggerak elektrik (hybrid vehicle drivetrain). Kehadiran drivetrain dimaksudkan untuk mencapai penghematan bahan bakar yang lebih optimal serta kinerja yang lebih baik daripada kendaraan konvensional.

HEV memanfaatkan teknologi peningkatan efisiensi seperti regenerative brake (rem regenerative) yang mengubah energy kinetik kendaraan menjadi energi listrik, yang disimpan di dalam baterai atau superkapasitor.

Gambar 1. Fitur yang Ada Pada Beberapa Jenis HEV

 

Berdasarkan tingkatan tipe hibridisasi pada kendaraan, HEV dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Mild HEV

Mild hybrids atau battery-assisted hybrid vehicles pada dasarnya merupakan mobil konvensional, dimana Internal Combustion Engine (ICE) atau mesin pembakaran dalam yang dilengkapi dengan mesin elektrik (satu motor/generator yang dipasang dengan susunan parallel hybrid), yang memungkinkan mesin bisa dimatikan kapanpun disaat kendaraan sedang meluncur, direm, ataupun dihentikan, namun dapat restart dengan cepat. Mild hybrids dapat menggunakan regenerative brake dan di beberapa level power yang lebih tinggi dapat mempercepat ICE. Namun, mild hybrids tidak memiliki tenaga penggerak yang khusus untuk elektrik saja.

Selain itu, mild hybrids memiliki efisiensi yang cukup tinggi dalam penggunaan bahan bakar, karena dilengkapi dengan start-stop atau stop-start system, dimana pada saat mobil berhenti, mesin akan non-aktif secara sesaat dan sistem yang lain tetap berjalan normal, kemudian sebaliknya.

Gambar 2. Contoh Struktur Mild HEV

 

  • Full/strong-HEV

Full HEV merupakan kendaraan yang dapat berjalan dengan hanya menggunakan mesin, baterai, atau kombinasi dari keduanya. Jenis kendaraan ini memiliki jalur tenaga terpisah membuat drivetrain fleksibel dalam mengonversi tenaga mekanik maupun listriknya.

Gambar 3. Contoh Struktur Full HEV

 

Pada saat Full HEV bekerja dengan menggunakan daya dari ICE dapat dilihat pada diagram di bawah ini:

Gambar 4. Diagram Distribusi Energi Dengan ICE Sebagai Sumber

 

Pada saat daya yang disupply berasal dari motor elektik, skemanya bisa dilihat pada diagram di bawah ini:

Gambar 5. Diagram Distribusi Energi Dengan Motor Elektrik Sebagai Sumber

 

Adapun saat daya disupply dari kedua komponen yaitu ICE dan motor elektrik, dapat dilihat pada skema di bawah ini:

Gambar 6. Diagram Distribusi Energi dengan ICE dan Motor Elektrik Sebagai Sumber

 

  • Plug-In HEV

Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) merupakan hybrid electric vehicle yang dimana baterai (sebagai komponen penyimpan energy) dapat diisi ulang dengan cara mengubungkannya ke sumber eksternal dari tenaga listrik, juga dengan mesin on-board serta generator.

Sama halnya dengan Electric Vehicle, PHEV menggantikan emisi dari knalpot mobil ke generator yang nantinya akan menghidpkan jaringan listrik.

Gambar 7. Contoh Struktur PHEV

 

 

 

 

Referensi:

Takata, Rosalind. 1999. Hybrid Electric Vehicles: http://web.mit.edu/2.972/www/reports/hybrid_vehicle/hybrid_electric_vehicles.html/. Diakses pada Sabtu, 29 Desember 2018.

 

Unknown. Hybrid and Battery Electric Vehicles: http://autocaat.org/Technologies/Hybrid_and_Battery_Electric_Vehicles/. Diakses pada Sabtu, 29 Desember 2018.

 

Kane, Mark. 2015. Jaguar Reveals Mild Hybrid, PHEV & BEV Research Demonstrators: https://insideevs.com/jaguar-reveals-mild-hybrid-phev-bev-research-demonstrators/. Diakses pada Minggu, 30 Desember 2018.

 

Unknown. Hybrid and Electrical Vehicles: http://www.ae.pwr.wroc.pl/filez/20110606094057_HEV.pdf. Diakses pada Minggu, 30 Desember 2018.

 

Add comment