FKMTF Indonesia

Manusia Dapat Melihat Medan Magnet Bumi

Tanpa disadari, manusia sebenarnya mampu melihat medan magnet bumi, hal itu dikarenakan memiliki suatu senyawa dalam mata manusia. Sebuah studi menunjukkan bahwa senyawa yang ada di dalam mata manusia itu protein yang bernama cryptochrome muncul pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada mahkluk hidup sehingga beberapa makhluk hidup khususnya binatang dapat menggunakan medan magnet bumi untuk melakukan navigasi. Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan magnet.

Sebelumnya, peneliti banyak yang mengira jika cryptochrome tidak memiliki dampak yang besar dalam kehidupan manusia dalam kesehariannya, sehingga tidak dapat mengenali medan magnet bumi seperti beberapa binatang. Untuk mengetahui arah, manusia harus menggunakan alat bantu berupa kompas ataupun perangkat GPS. Namun untuk membuktikan hal tersebut, peneliti dari University of Massachusetts melakukan percobaan. Mereka mengambil senyawa cryptochrome pada manusia, kemudian dipasang ke tubuh lalat buat yang telah dililitkan kumparan. Lalat buah sendiri diketahui tidak memiliki senyawa cryptochrome pada tubuhnya.

Selanjutnya, peneliti mengalirkan arus listrik melalui kumparan sehingga terjadi induksi magnetik. Dengan mengubah posisi induksi dan kekuatan medan magnet, peneliti menemukan hasil bahwa lalat buah dalam percobaan ini menjadi sensitif terhadap medan magnet. Sayangnya, pada manusia cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat buah. Saat ini, peneliti mengetahui bahwa cryptochome pada manusia hanya berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas (navigasi). Namun, jika melihat zaman dahulu, peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia merasa terbantu dengan adanya senyawa cryptochrome untuk penunjuk arah. Apabila suatu saat peneliti dapat mengembalikan dan mengembangkan kemampuan senyawa cryptochrome pada manusia, bisa jadi perangkat GPS akan berangsur-angsur akan ditinggalkan manusia.

Referensi :

  1. Wahono, Tri. 2011. Manusia Bisa Melihat Medan Magnet. http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2019
  1. Listyani, Dini. 2016. Illmuwan Temukan Manusia Bisa Deteksi Medan Magnet Bumi. http://techno.okezone.com/amp/2016/06/28/56/1427621/ilmuwan-temukan-manusia-bisa-deteksi-medan-magnet-bumi. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2019
  2. Tempo Media Group. 2017. Indera Keenam Manusia Mampu Melihat Medan Magnet. http://www.google.com/amp/tekno.tempo.co/amp/342524/indera-keenam-manusia-mampu-melihat-medan-magnet. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2019.

1 comment

  • Judulnya misleading karena di artikel sumbernya sendiri dibilang bukti tidak konklusif (btw saat kritik ini ditulis, link pertama isinya tentang gerhana bulan total (?)). Selanjutnya sifat artikel bersifat hearsay karena referensi yang diambil merujuk pada referensi lain dalam rantai yang tidak berujung pada suatu sumber saintifik, sehingga tidak dapat dipelajari validasi dari klaim yang dibuat. Secara keseluruhan artikel merupakan clickbait yang baik, tapi menurut saya tidak cocok sebagai artikel keluaran FKMTF. Mari belajar untuk lebih kritis terhadap hasil saintifik, tidak hanya mempercayai judul yang manis.