FKMTF Indonesia
C:\Users\Correy Ananta A\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\SS-1.jpg

Mengintip Club Riset Nanosatellite Mahasiswa TF Universitas Surya

C:\Users\Correy Ananta A\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\SS-1.jpg Assalamualakium wr, wb,

Kami melihat bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat luas, sehingga masih ada beberapa daerah yang belum tersentuh sistem telekomunikasi terutama dalam sistem telekomunikasi darurat. Sistem telekomunikasi di daerah menjadi sangat penting karena dapat membawa manfaat berupa respon cepat tanggap jika terjadi permasalahan. Oleh karena itu kami melakukan penelitian dan pengembangan nanosatellite yang diberi nama Surya Satellite-1 (SS-1). Misi SS-1 yang sedang kami kembangkan adalah APRS (Automatic Packet Reporting System) yang berfungsi sebagai short message yang mengambil data-data dari daerah yang berupa data kegunung apian, level air, titik api, tracking cargo dll, yang kemudian dari satelit di transmit ke Ground Station kami di kampus.

SS-1 merupakan proyek penelitian nanosatellite pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh mahasiswa Surya University (Universitas Surya). Kegiatan penelitian ini diprakarsai oleh Tim Surya Satellite-1 dibawah bimbingan Prof. Sunartoto Gunadi, M.Eng dan Dr. Riza Muhida, Ph.D. Sehubungan dengan dilakukannya penelitian tersebut, izinkan kami menyampaikan progres kerja kami untuk proyek SS-1. Saat ini SS-1 telah sampai pada tahap Engineering Model sesuai dengan jadwal yang telah kami tetapkan. Kami juga telah menjalin kerjasama dan audiensi dengan beberapa pihak yang sangat mendukung proyek ini seperti: Kemeterian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KEMKOMINFO), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), CV. Pudak Scientific, PT. Pasifik Satelit Nusantara (PT. PSN), Badan SAR Nasional (BASARNAS), Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG), Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Pengujian (Kapuslit P2SMTP) dll.

SS-1  sebagai penelitian nanosatelite tingkat universitas di Indonesia. Di inspirasi dangan realita tingginya biaya pembuatan satelit konvensional yang menyebabkan frekuensi satelit buatan orang Indonesia masih sangat kurang. Dengan adanya nanosatellite yang biayanya jauh lebih rendah, lebih banyak nanosatellite yang dapat dihasilkan sehingga bisa menjadi solusi dalam membangun sistem telekomunikasi di Indonesia serta dapat mengedukasi masyarakat dalam mengembangkan satelit buatan anak bangsa. Tim SS-1 terdiri dari 13 orang mahasiswa Indonesia dari Surya University bercita-cita untuk meluncurkan Nanosatellite dari Jepang pada Desember 2018 dan bertujuan untuk mengharumkan nama Indonesia di ranah persatelitan dunia.

Berikut update dari Tim Surya Satellite 1 :

Update 1 – Setup RTL dan QFH Antenna bersama ORARI

Sabtu, 23 April 2016 pukul 9:00

Dilaksanakan pemasangan stasiun penerima satelit untuk Surya University bertempat di Ruko Dalton no.15, Summarecon Serpong. Stasiun tersebut akan menggunakan RTL SDR dengan antenna QFH yang diarahkan dan dibimbing oleh Om Mubin YB3MBN

Update 2 – Pembuatan Rangka Prototype Nanosatellite Pertama Surya Satellite 1 oleh Tim Surya Satellite 1

Pada tanggal 1 Agustus 2016

Pembuatan kerangka prototype Nanosatelit Pertama Surya Satellite 1 di Ruko Dalton Timur No.15 (Center of Robotics – Surya University), Summarecon Serpong.

Update 3 – Pameran Surya Satellite I (JARF 2016) di Ancol – Jakarta

Pada hari Sabtu, 6 Agustus 2016 & Minggu, 7 Agustus 2016

Tim Surya Satellite 1 mengikuti JARF 2016 dimana merupakan pameran pertama Surya Satellite 1 yang diselenggarakan di Ancol, Jakarta.

Update 4 – Ingin Meluncurkan Nano Satelit Mahasiswa Universitas Surya berguru ke PUSTEKSAT

Jumát, 16 September 2016

Pusat Teknologi Satelit Lapan (PUSTEKSAT LAPAN) menerima kunjungan tim Surya Satellite 1 untuk mengajarkan langkah pembuatan satelit serta proses apa saja yang dilakukan untuk meluncurkan satelit ke orbit. Dengan berjumlah 9 orang mahasiswa yang terbentuk dalam satu tim Surya Satellite 1 yang ingin meluncurkan Nanosatelit di akhir tahun 2017, dengan muatan APRS yang berukuran 10×10 cm.

Dalam sambutannya Kepala Bidang Diseminasi, Iwan Faizal merasa senang dan bangga mahasiswa Indonesia khususnya Universitas Surya ingin meluncurkan satelit buatan mahasiswa sendiri yang diharapkan dapat menjadi pioneer dan diikuti oleh mahasiswa lainnya. Di lain pihak Muhammad Zulfa, selaku koordinator tim Surya Satellite 1 mengucapkan terima kasih bisa berkunjung ke Pusat teknologi satelit dengan harapan Tim Satelit LAPAN bisa membantu dalam fasilitas, tes dan pembuatan satelit yang akan diluncurkan nanti pada tahun 2017.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Diseminasi Pusteksat memaparkan tentang hasil capaian litbangyasa Pusteksat, sesuai dengan visi yang diemban yaitu menjadi “Pusat Unggulan Teknologi Satelit Untuk Mewujudkan Indonesia Yang Maju Dan Mandiri”. Diperlihatkan juga bagaimana satelit itu dirancang, diuji dan diintegrasikan sampai menjadi sebuah satelit yang siap untuk diluncurkan. Kemudian dijelaskan Program satelit LAPAN sampai tahun 2025 yang terdiri dari satelit Eksperimen A1 sampai A5 dan satelit operasional B1 sebagai acuan untuk pegawai Pusteksat dalam melaksanakan tugas dan kinerjanya.

Salah satu senior engineer, M. Mukhayadi menceritakan tentang segala aspek yang harus diperhitungkan dalam rancang bangun satelit mulai dari misi apa yang diemban oleh satelit tersebut, apakah komunikasi, surveillance, kamera ruang angkasa, voice repeater (VR) dan APRS sampai dengan persyaratan apa saja yang diminta oleh tempat peluncur roketnya dan masih banyak lagi yang dijelaskan oleh beliau sampai terbentuk diskusi yang sangat menarik

Setelah acara tersebut, dilanjutkan dengan kunjungan laboratorium dan fasiltas yang berada di Pusat Teknologi Satelit. Dalam kunjungan di ruang AIT ( Assembly, Integration And Test ) engineer M. Arif aifudin menerangkan fungsi ruang tersebut untuk pengetesan, pengecekan dan kalibrasi serta memberi penjelasan alat apa saja yang berada di ruangan tersebut. Setelah berkunjung ke ruang AIT, dilanjutkan ke labiratorium bengkel dimana M. Farid Huzain menjelaskan cara kerja CNC dari design, material yang digunakan, software yang digunakan sampai terjadinya suatu benda yang digunakan oleh satelit. Melihat juga ke laboratorium mekatronika dimana Poki Agung Budiantoro yang menerangkan pengembangan pembuatan reaction wheel dari tahun 2013 sampai sekarang yang telah diuji coba ke dalam satelit LAPAN-A2 maupun LAPAN-A3, laboratorium uji termal dan lainnya. Di kunjungan terakhir mereka ke ruang kendali satelit yang oleh Satria Utama diterangkan fungsi dari alat-alat yang berada di ruang kendali mulai dari antenna, radio, PC kendali satelit LAPAN-A2 dan LAPAN-A3 dan prosedur sebelum melakukan pelacakan satelit, diperlihatkan juga ground track satelit saat ini dan apa misi yang akan di upload pada saat satelit melewati Indonesia

Setelah berkeliling dan melihat langsung fasilitas, rasa kagum dan bangga terlihat dari para mahasiswa yang mengharapkan satelit mereka buat dan diluncurkan akan bisa selesai tepat pada waktunya dan bekerja dengan sempurna.

Update 5 – Indo Defence 2016

232c84c51a1440a86157f59e8c0a263cdd69956d
Pameran militer dan peralatan pertahanan “Indo Defence 2016” yang digelar 2-5 November 2016 di JiExpo Kemayoran, Jakarta diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Ajang ini menjadi bursa industri senjata untuk memperkuat jaringan dan melakukan bisnis dimana lebih dari 20.000 delegasi dan pengunjung perdagangan diharapkan menghadiri Indo Defence tahun ini. Salah satunya adalah Surya Satellite 1 (SS-1).

Update 6 – ASIA PACIFIC REGIONAL STATE AGENCY FORUM (APRSAF) ke 23 di Manila, Filipina

C:\Users\Correy Ananta A\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\029.jpeg Perwakilan tim SS-1 menghadiri Konferensi Internasional Teknologi Satelit APRSAF ke 23 di Manila, Filipina. Konferensi ini diselenggarakan oleh JAXA, MEXT dan Agensi Luar Angkasa Filipina dan dihadiri oleh agensi luar angkasa dari banyak negara di belahan dunia. Topik dari acara ini berfokus pada pembahasan perkembangan teknologi satelit di dunia beberapa tahun terakhir,

Pada sesi dalam konferensi ini, ketua proyek kami, Muhammad Zulfa, mempresentasikan proyek SS-1 kepada audiens internasional. Perwakilan tim SS-1 pun bertemu tokoh penting dari agensi luar angkasa negara lain dan menambah pengetahuan mengenai perkembangan cubesat.

Update 7 – Pameran III, Banten Amateur Radio Festival 2016C:\Users\Correy Ananta A\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\BARF (4 Des 2016)_170212_0018.jpg

Tim SS-1 melakukan pameran untuk ketiga kalinya di Festival Amatir Radio Banten 2016. Acara ini diselenggarakan oleh ORARI di Serang, Banten. Pada kesempatan kali ini, Gubernur Banten yang sedang menjabat, Bpk. Nata Irawan mengunjungi booth SS-1 dan mendapatkan penjelasan mengenai proyek ini. Beliau merasa sangat puas dengan apa yang dikerjakan tim SS-1 dan sangat tertarik untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut dari proyek SS-1.

Update 8 – Audiensi ke Kemkominfo dan dukungan penuh dari Menkominfo

C:\Users\Correy Ananta A\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Audiensi Kemkominfo_170212_0004.jpgPerwakilan tim SS-1 dan ORARI mengadakan audiensi kepada Menteri Kominfo, Bpk. Rudiantara. Pertemuan diadakan di gedung kantor Kemkominfo di Gambir, Jakarta Pusat. Pada akhir pertemuan, Bpk. Rudiantara mengambil keputusan akan mendukung penuh proyek SS-1 dan memberikan testimoni untuk proyek ini. Video dapat dilihat di halaman ini.

Update 9 – Intership di PUSTEKSAT LAPAN 2017

C:\Users\Correy Ananta A\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Lapan_170304_0022.jpg Update 10 – Perwakila tim SS-1 mengikuti LISAT SYMPOSIUM 2017

C:\Users\Correy Ananta A\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\LISAT Symposium_171013_0001.jpgSekian, pengenalan Club riset Nanosateliite dari Surya University, alangkah baiknya kita sesama TF dapat saling berbagi pengalaman, sharing kegiatan ataupun pengenalan komunitas dibawah himpunan. Wassalamualikum wr, wb.

Untuk Informasi lebih lengkap bisa Hubungi kami di :
Email : suryasatellite1@gmail.com
Facebook : Surya Satellite
Instagram : suryasatellite
Twitter : @SuryaSatellite
Youtube : Surya Satellite 1

1 comment