FKMTF Indonesia
https://www.flickr.com/photos/72396314@N00/115831831

Savonius Wind Turbine

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Sumber daya alam di Indonesia ada yang dapat diperbarui dan ada yang sulit diperbarui. Salah satu sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah angin. Angin merupakan yang bergerak akibat rotasi bumi dan perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Pemanfaatan energi angin di Indonesia dapat dikonversikan menjadi energi listrik.

Turbin angin merupakan sistem yang dapat mengonversikan energi angin menjadi energi listrik. Berdasarkan axis rotornya, turbin angin dibagimenjadi HAWT (Horizontal Axis Wind Turbine) dan VAWT (Vertical Axis Wind Turbine). Beberapa contoh turbin jenis HAWT antara lain American Farm Windmill, Dutch Windmil, dan Modern Windmil Turbine. Sedangkan contoh turbin jenis VAWT Savonius Rotor, Cup, dan Darrieus Rotor. Perbedaan setiap turbin ini dapat dilihat dari axis rotor dan desain blade. Effisiensinya pun berbeda-beda setiap jenis turbin ini.

Salah satu jenis turbin HAWT yaitu turbin angin Savonius. Turbin angin Savonius mampu berputar pada kondisi kecepatan rendah sebesar 3 m/s dibandingkan jenis turbin lainnya, memiliki self-starting yang baik, dan mampu menghasilkan torsi yang tinggi, mudah diimplementasikan, dan noise yang rendah. Turbin angin Savonius ini juga tidak dipengaruhi oleh arah datangnya angin, sehingga mampu berotasi dengan baik pada kecepatan rendah. 2 bentuk utama desain blade pada turbin Savonius adalah tipe L dan tipe U.

Pembuktian turbin angin Savonius mampu berputar berotasi pada kecepatan angin rendah dan memiliki self-starting yang baik dan torsi yang tinggi, mudah diimplementasikan, dan noise yang rendah pernah dibuktikan dan diterbitkan pada jurnal terkait. Dalam beberapa percobaan pada penelitian tersebut, Savonius mempunyai efisiensi tertinggi pada kecepatan angin 3 m/s dengan jumlah 2 sudu, yaitu efisiensi sebesar 96,51%. Pada variasi jumlah sudu lainnya dan variasi kecepatan angin, tentunya memiliki efisiensi dan mengeluarkan output yang berbeda-beda. Hal ini karena adanya perbedaan nilai Cp dan nilai TSR. Nilai Cp memperlihatkan seberapa besar kinerja turbin penelitian dalam mengonversi energi angin menjadi energi mekanik. Sedangkan daya angin dan daya mekanik dipengaruhi oleh nilai TSR. Desain blade pada Savonius juga berpengaruh terhadap performansi kerja sistem yang mana berkaitan dengan kalkulasi aerodinamik.

Demikian penjelasan singkat mengenai pengetahuan umum turbin angin Savonius. Semoga makin banyak masyarakat yang mau mengimplementasikan turbin yang mudah ini untuk pemanfaatan sumber energi terbarukan demi mengurangi penggunaan bahan bakar lainnya.

Daftar Pustaka:

R. Pangestu and S. A. Andriani. H, “PERANCANGAN TURBIN ANGIN POROS VERTIKAL TIPE SAVONIUS BERTINGKAT DENGAN VARIASI BLADE,” 2017.

P. J. Schubel and R. J. Crosslet, “Wind Turbine Blade Design,” energies, pp. 3425-3449, 2012.

Hicary, Suwandi and A. Qurthobi, “ANALYSIS ON THE INFLUENCE OF BLADE NUMBER ON SAVONIUS VERTICAL AXIS WIND TURBINE AGAINST VOLTAGE AND CURRENT IN THE ACCUMULATOR FILLING PROCESS,” e-Proceeding of Engineering, vol. 3, p. 4911, 2016.

O. D. S. Hasan, R. Hantoro and G. Nugroho, “Studi Experimental Verical Axis Wind Turbine Tipe Savonius dengan Variasi Jumlah Fin pada Sudu,” TEKNIK POMITS, vol. 2, 2013.

“Wind Turbine Power Calculation,” The Royal Academy of Engineering.

Y. X. Yao, B. Yu, T. Zhipeng and Z. Liang, “A Review on the New Structure of Savonius Wind Turbine,” Research Gate, 2012.

Add comment