FKMTF Indonesia

Teknik Fisika ITB untuk COVID-19 Indonesia

Indonesia tengah berjuang menghadapi kondisi pandemi COVID-19. Upaya memerangi penyebaran virus tersebut dilakukan pemerintah dalam berbagai bentuk, misalnya larangan mudik, physical distancing, memakai masker, diam di rumah, termasuk juga menyosialisasikan hidup bersih dan sehat. Mendukung upaya pemerintah tersebut, dosen Teknik Fisika ITB berkolaborasi dengan dosen dari prodi lain dibantu oleh mahasiswa Teknik Fisika ITB mengerjakan beberapa proyek yang berfokus dalam penelitian dan pengembangan teknologi untuk menyelesaikan beberapa masalah yang ada di tengah pandemi COVID-19. Berikut rangkuman beberapa inovasi yang hadir :

Low Cost Multi Use Multi User (LC MUMU) Ventilator

Pembuatan alat tersebut dipimpin oleh Augie Widyotriatmo S.T., M.T., Ph.D, selaku dosen Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB.  Bersama tim, beliau membuat alat bernama Low Cost Multi Use Multi User (LC MUMU). Nama tersebut berasal dari biaya produksi ventilator yang lebih rendah dibandingkan dengan ventilator lainnya, dapat digunakan oleh beberapa pengguna (multiple users) dan multi use karena terdapat 4 (empat) fungsi.

*Rancangan casing ventilator LC MUMU. (Foto dok. Augie Widyotriatmo S.T., M.T., Ph.D)

LC MUMU merupakan pengembangan lebih lanjut yang terinspirasi dari ventilator berbiaya rendah hasil rancangan MIT (MIT e-vent, https://e-vent.mit.edu/). Pengembangan yang dilakukan adalah optimasi volume yang dapat dihasilkan oleh ventilator ini (mencapai 1.000 ml) dan memiliki multi fungsi untuk critical care yaitu mandatory volume control, spontaneous breath control, assisted control, dan continuous positive airways pressure (CPAP).

Berita selengkapnya tentang pengembangan alat ini dapat dilihat pada tautan berita ITB. https://www.itb.ac.id/news/read/57471/home/itb-kembangkan-alat-multi-user-ventilator

Thermal Camera untuk Screening Suhu Tubuh Non-Contact

*Foto : Dr. Suprijanto

Seiring dengan kajian tentang standar penggunaan kamera pemindai suhu tubuh yang dilakukan sebelumnya, tim peneliti dosen TF ITB mengembangkan sistem kamera pemindai tubuh atau thermal camera yang digunakan pada antrian keramaian seperti pada stasiun, terminal dan bandara. Pengembangan alat ini didukung penuh oleh LPIK ITB serta PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

*Foto : Dr. Suprijanto

Alat yang dikembang oleh tim yang dipimpin oleh Dr. Suprijanto ini memiliki sistem tambahan yang menjamin ketepatan hasil pengukuran. Hal ini mengingat bahwa objek ukur suhu tubuh hanya memiliki rentang suhu normal sekitar ±1℃. Oleh karena itu, untuk memenuhi kaidah pengukuran yang benar, konsistensi akurasi pengukuran suhu tubuh pada alat ini dijaga dengan menambahkan objek referensi yang memiliki nilai emisivitas sepesifik berupa plat khusus yang dijaga suhunya pada kisaran 37,5±0,2℃. Alat ini juga dirancang sesuai dengan standar ISO/TR 13154:2017 yang merekomendasikan pengukuran suhu pada daerah wajah, dengan hampiran suhu inti tubuh yang dapat didekati dengan suhu pada daerah mata. Pengujian awal dari penggunaan thermal camera sebagai bagian screening awal secara cepat suhu tubuh non-contact dilakukan di stasion PT. KAI Bandung.

Berita selengkapnya tentang pengembangan alat ini dapat dilihat pada tautan berita ITB. https://www.itb.ac.id/news/read/57472/home/tim-dosen-itb-kembangkan-thermal-camera-untuk-screening-suhu-tubuh-non-contact

Unit Desinfeksi APD

Tim ITB mengembangkan perangkat untuk desinfeksi APD pakai ulang dan pretreatment APD sekali pakai dengan ketua Peneliti Ir. V. Sri Harjati Suhardi, Ph.D., atau yang lebih akrab dipanggil Renni Suhardi dari Prodi Mikrobiologi, SITH ITB bersama dosen dan alumni ITB yakni Intan Taufik (Biologi ’93, dosen Prodi Mikrobiologi SITH). Ir. Suharso Hermawan (Teknik Elektro ‘82), Ir. Eddy Soentjahjo (Teknik Kimia ‘82), dan Ir. Edy Sucipto (Teknik Elektro ‘89), Ahmad Benyamin (FT82). Penelitian ini didanai oleh Program COVID-19 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) ITB. 

*Prototipe perangkat disinfeksi dan pretreatment untuk sterilisasi APD. (Foto: Dok. Renni Suhardi)

Perangkat disinfeksi dan pretreatment tersebut menggunakan ozone gas sebagai disinfektan. Alat yang dikembangkan tersebut akan dibuat dua jenis sesuai tujuannya, yakni kabut ozon (ozone mist) untuk APD pakai ulang, misalnya baju hazard, face shield dan kacamata safety, setelah digunakan. Sedangkan gas ozon untuk pretreatment APD sekali pakai, misalnya masker dan sarung tangan, sebelum dibuang.

Berita selengkapnya tentang pengembangan alat ini dapat dilihat pada tautan berita ITB. 

https://www.itb.ac.id/news/read/57479/home/tekan-kasus-tenaga-medis-terpapar-covid-19-itb-kembangkan-unit-desinfeksi-apd

Non-contact Robot for Lift Operation

Dosen ITB Endra Joelianto, PhD., beserta tim membuat alat bernama Non-contact Robot for Lift Operation. Konsep alat yang dibuat oleh Endra Joelianto adalah lift yang dirobotisasi dengan menjadikannya memiliki kecerdasan dan automasi spesifik untuk kepentingan kebersihan. 

*Dok. Dr. Endra Joelianto

Dengan adanya robot-lift ini, ia meyakini bahwa penggunanya dapat mengurangi risiko kontak manusia dengan virus dan penggunaan bahan sterilisasi. Jadi, selain untuk mengurangi penyebaran virus, secara tidak langsung, ini akan membantu mengurangi pengeluaran operasional yang dibutuhkan oleh tempat-tempat seperti pusat perkantoran dan mall yang harus aktif sterilisasi lift. “Ketika masuk ke dalam lift, pengguna tidak perlu lagi menekan tombol untuk mengatur lift. Pengguna cukup menggunakan gestur dan gerak tubuh, termasuk suara, untuk mengatur lift agar mencapai lantai tujuan kita,“ jelas Endra.

Berita selengkapnya tentang pengembangan alat ini dapat dilihat pada tautan berita ITB. 

https://www.itb.ac.id/news/read/57489/home/non-contact-robot-for-lift-operation-untuk-bantu-kurangi-penyebaran-covid-19

Donasi Face Shield (HMFT-ITB)

Sebagai bentuk kontribusi untuk membantu para relawan dan tenaga medis berjuang melawan COVID-19, HMFT-ITB juga turut mengambil andil dengan melakukan sebuah Aksi Satu Rasa (Aksara) dalam bentuk penggalangan dana. Donasi yang kalian berikan, akan kami alokasikan untuk pembuatan produk face shield menggunakan 3D printer. Program kerja ini dihasilkan dari kolaborasi Biro Sosmas (Sosial Masyarakat) dan Divisi Karinov (Karya Inovasi) BP HMFT-ITB 2020/2021.

#AksaraHMFTITB

#HMFTPunyaKita

#ImplementatifInspiratif

#KaryakanIndonesia

Artikel selengkapnya dapat dilihat melalui post OA Line HMFT-ITB.

https://timeline.line.me/post/_dY7YWXa_YbEcAhBXnJxVlR6scHgVbnYCiIdeSS4/1158583240302057701

Add comment